Makassar — Pelantikan KNPI Kecamatan Bontoala menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pemuda sebagai garda terdepan pembangunan sosial dan penjaga stabilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.
Ketua KNPI Kecamatan Bontoala, Muh Rustam, menegaskan bahwa pemuda Bontoala bukanlah kelompok yang identik dengan aksi kriminalitas maupun geng motor sebagaimana narasi yang berkembang selama ini. Menurutnya, pemuda merupakan aset sosial yang harus dirangkul, dibina, dan diberikan ruang untuk berkembang.
“Pemuda adalah kekuatan sosial yang harus diberdayakan agar mampu menjadi generasi yang aktif, produktif, dan berkontribusi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujar Rustam.
Usai resmi dilantik, Rustam mengaku telah menyiapkan tiga langkah awal bersama jajaran pengurus KNPI Kecamatan Bontoala, yakni melakukan silaturahmi dengan Camat Bontoala, audiensi dengan Kapolsek Bontoala, serta pertemuan bersama Danramil guna membahas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah maraknya kasus geng motor di Kota Makassar.
Menurutnya, persoalan sosial yang melibatkan pemuda tidak bisa hanya dipandang dari sisi kriminalitas semata, tetapi juga dipengaruhi kurangnya perhatian, pembinaan, serta minimnya ruang kreativitas dan kegiatan kepemudaan.
Ia juga menyoroti tingginya angka putus sekolah di Kota Makassar yang dipengaruhi faktor ekonomi dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, KNPI Bontoala mendorong Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan program kepemudaan yang konkret dan berkelanjutan, mulai dari pelatihan keterampilan kerja, pendidikan nonformal, sosialisasi bahaya narkoba, hingga penyediaan ruang kreativitas bagi pemuda di setiap kecamatan.
“Kami yakin jika pemuda diberikan perhatian, pendidikan, dan ruang aktualisasi yang baik, maka Kota Makassar akan melahirkan generasi muda yang produktif serta mampu menjaga persatuan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tutupnya.
Penulis: alif daisuri





