MAKASSAR – Upaya mendorong terwujudnya kebijakan yang inklusif bagi penyandang disabilitas di Sulawesi Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam Program Ruang Disabilitas yang disiarkan melalui PRO1 RRI Makassar, Sabtu (17/1/2026).
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Program tersebut menghadirkan M. Ghufran, H. Kordi. K, selaku Program Officer Program Inklusi Yayasan Bakti, yang memaparkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas.
Ghufran menegaskan bahwa kebijakan inklusif tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak semata. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, serta komunitas disabilitas itu sendiri.
> “Kolaborasi multipihak menjadi kunci agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan dan menjamin hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Ghufran.
Ia menjelaskan, melalui Program Inklusi, Yayasan Bakti berfokus pada penguatan kapasitas pemerintah daerah dan komunitas disabilitas agar mampu berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan perumusan kebijakan. Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas sejak tahap perencanaan merupakan prinsip utama.
> “Nothing about us without us. Kebijakan tidak boleh dibuat tanpa melibatkan kelompok yang terdampak langsung,” tegasnya.
Ghufran juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi di Sulawesi Selatan, mulai dari keterbatasan pemahaman terhadap isu disabilitas hingga implementasi kebijakan yang belum merata di tingkat kabupaten dan kota.
> “Regulasi sebenarnya sudah ada, namun pelaksanaannya masih membutuhkan komitmen kuat dan pengawasan bersama,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya ketersediaan data disabilitas yang akurat dan terpilah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.
> “Data yang valid dan kuat akan membantu pemerintah merancang program yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Program Ruang Disabilitas diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus advokasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan tentang pentingnya kebijakan yang inklusif. Menutup perbincangan, Ghufran mengajak seluruh pihak untuk terus membangun sinergi demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang ramah dan adil bagi semua warga.
> “Inklusi bukan hanya soal disabilitas, tetapi tentang memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara,” pungkasnya.
Tim Redaksi





