Satgas Saber Pangan Sulsel Perketat Pengawasan Harga & Mutu Pangan Jelang Ramadan 2026

MAKASSAR – Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 Sulawesi Selatan memperketat pengawasan terhadap harga, distribusi, dan mutu 14 komoditas pangan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel, Dr. M. Ilyas, yang juga menjabat Sekretaris Satgas, menyatakan, pengawasan dilakukan mulai dari distributor pertama (D1) hingga pengecer untuk memastikan tidak ada penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

“Jika ditemukan kenaikan harga, kami telusuri dari D1 sampai ke pengecer. Pelanggaran bisa berakibat pencabutan izin hingga sanksi pidana,” tegas Dr. Ilyas, Rabu (4/3/2026).

Selain pengawasan distribusi, pemerintah kabupaten/kota diminta memasang papan informasi HET di pasar tradisional, sehingga masyarakat bisa mengawasi harga secara langsung.

Kegiatan Satgas diawali dengan Rapat Koordinasi yang dipimpin Deputi Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Minggu (1/3/2026), di Ruang Rapat Tipikor Polda Sulawesi Selatan. Pengawasan lapangan dilakukan Senin (2/3/2026) di gudang PT Mitra Abadi Jaya Sukses (PT MAJS), distributor Minyakita di Kota Makassar. Harga jual Minyakita ke distributor D2 tercatat Rp14.500 per liter, di bawah HET Rp15.700 per liter. Deputi PKKP merekomendasikan agar harga jual D1 ke D2 ditekan menjadi Rp14.000 per liter untuk menekan biaya angkut.

Tim juga memantau stok dan distribusi untuk Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene, Kepulauan, dan Takalar. Selanjutnya, Selasa (3/3/2026), pengawasan dilakukan di gudang CV Rempah Lautan Rasa, importir bawang putih di Maros. Tim gabungan memeriksa stok, distribusi, dan legalitas produk, memastikan harga bawang putih Rp25.000 per kilogram tetap sesuai aturan.

Di Pasar Induk Minasa Maupa, Kabupaten Gowa, beberapa komoditas masih dijual di atas HET/HAP, termasuk Minyakita Rp15.700–Rp19.000 per liter dan gula pasir Rp18.000 per kilogram. Setelah sosialisasi, pedagang menyesuaikan harga gula sesuai HAP. Bulog pun menyalurkan Minyakita dan gula pasir ke toko responden SP2KP untuk menjaga stabilitas harga.

Pemantauan tambahan dilakukan di Toko Anugerah Berkat Sukses, distributor gula dan tepung di Gowa, dengan harga gula Raja Gula Rp16.700 per kilogram dan gula lokal Nusakita Rp15.700 per kilogram.

Pemprov Sulsel menegaskan, Satgas Saber Pangan akan terus memantau stabilitas harga dan distribusi pangan di seluruh kabupaten/kota, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan 2026.

 

Tim Redaksi

More From Author

Pagar Proyek Sekolah Rakyat di Takalar Roboh, Warga Soroti Kualitas Pembangunan

TPID Tana Toraja Gelar Sidak Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Rantetayo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *