KABUPATEN BULUKUMBA – Sebagai wujud kepedulian bersama menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Bulukumba bekerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan dan jajaran perbankan menggelar Kick Off Serambi Sultan Lontara 2026 (Sulawesi Selatan Layanan Program Terpadu Penukaran Uang Rupiah) di pelataran ikonik Gedung Ammatoa, awal Maret 2026.
Kegiatan yang penuh makna ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bulukumba Muh Ali Saleng, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Ricky Satria, para pimpinan perbankan sewilayah, serta berbagai pemangku kepentingan. Program kolaboratif ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah daerah dan sektor perbankan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang Rupiah yang layak edar menjelang musim mudik dan Hari Raya Idul Fitri.
Pada acara tersebut juga dilakukan peresmian simbolis layanan penukaran uang Rupiah yang meliputi wilayah kerja Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto. Sebanyak 13 bank telah bergabung berpartisipasi dengan menghadirkan tenant layanan khusus untuk memudahkan masyarakat dalam menukarkan uang lama menjadi yang baru.
Program Serambi Sultan Lontara sendiri merupakan bagian dari upaya strategis Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, dengan pecahan yang sesuai kebutuhan dan dalam kondisi prima, guna mendukung aktivitas ekonomi serta tradisi masyarakat berbagi kebahagiaan selama bulan Ramadan hingga hari raya.
Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, layanan penukaran uang tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh uang baru, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antara Pemerintah Daerah dengan seluruh lini perbankan di tanah air Sulawesi Selatan.
“Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama menjaga tradisi luhur masyarakat dalam memberikan uang baru kepada keluarga dan kerabat sebagai wujud kebahagiaan berbagi, sekaligus mempererat kolaborasi yang solid antara Pemda dan dunia perbankan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Secara teknis, Bank Indonesia telah menyiapkan sekitar 1.000 paket penukaran uang yang bisa diakses oleh masyarakat melalui pendaftaran daring pada aplikasi atau website PINTAR BI. Layanan ini khusus diperuntukkan bagi seluruh warga di Kabupaten Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto.
Batas maksimal penukaran yang ditetapkan adalah sebesar Rp5,3 juta per orang, dengan komposisi pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000 yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Tak hanya memberikan layanan penukaran, Bank Indonesia juga menggelar kampanye edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” kepada masyarakat. Materi edukasi mencakup cara mudah mengenali uang asli dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta cara merawat uang dengan prinsip 5J agar tetap awet dan layak edar.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk mulai memanfaatkan kemudahan transaksi digital seperti QRIS dan layanan perbankan elektronik, yang dinilai lebih cepat, praktis, aman, dan efisien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Ricky Satria menjelaskan bahwa program Serambi Sultan Lontara telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Namun, tahun ini menjadi momen istimewa karena pertama kalinya digelar di Kabupaten Bulukumba dan dipusatkan di pelataran Gedung Ammatoa yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Bulukumba.
“Ini merupakan langkah awal yang sangat spesial, pertama kalinya dilaksanakan di Bulukumba, dan secara perdana kita memilih pelataran Gedung Ammatoa sebagai lokasi pusat kegiatan,” ungkapnya.
Ricky menambahkan, meskipun fokus pada penukaran uang tunai, seluruh sistem pendaftaran dan proses layanan telah dioptimalkan secara digital untuk menjaga ketertiban dan menghindari antrean yang panjang. Bahkan, proses pembayaran untuk penukaran uang juga dapat dilakukan menggunakan QRIS tanpa perlu menarik uang tunai dari ATM terlebih dahulu.
Melalui pelaksanaan Serambi Sultan Lontara 2026, diharapkan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari kemudahan layanan penukaran uang, sekaligus turut mendukung stabilitas sistem keuangan daerah dan kelancaran roda ekonomi selama bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang akan datang.
Tim Redaksi Jendela Sulsel





