Tim Nasional Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah ajang internasional FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret mendatang, bertepatan dengan periode FIFA Matchday. Turnamen ini menjadi momentum penting bagi skuad Garuda untuk tampil dengan kekuatan terbaik, mengingat kompetisi klub di berbagai negara tengah memasuki masa jeda.
Kejuaraan tersebut sekaligus menandai awal era baru Timnas Indonesia di bawah komando pelatih anyar, John Herdman. Pelatih asal Inggris itu resmi memulai tugasnya setelah ditunjuk menggantikan Patrick Kluivert. FIFA Series 2026 pun menjadi panggung perdana Herdman untuk mengimplementasikan filosofi permainan serta membangun fondasi tim ke arah yang lebih kompetitif.
Dalam ajang ini, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi tiga lawan dengan karakter permainan berbeda, yakni Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts and Nevis. Variasi kekuatan lawan tersebut membuat pemilihan susunan pemain sejak laga pertama menjadi faktor krusial bagi keberhasilan skuad Garuda.
Persaingan Ketat di Bawah Mistar
Pos penjaga gawang menjadi salah satu sektor dengan persaingan paling menarik. Dua nama yang mencuat adalah Maarten Paes dan Emil Audero. Keduanya sama-sama memiliki pengalaman bermain di level tinggi dan jam terbang yang mumpuni.
Berdasarkan performa terkini, Emil Audero sedikit lebih diunggulkan untuk mengawal gawang Timnas Indonesia. Kiper Cremonese itu tengah berada dalam grafik positif di Serie A dengan catatan 17 penampilan, enam clean sheet, serta empat kali terpilih sebagai man of the match. Meski demikian, Maarten Paes tetap menjadi pesaing serius berkat konsistensinya bersama FC Dallas di Major League Soccer.
Tiga Bek Jadi Fondasi Pertahanan
John Herdman diperkirakan akan mengawali petualangannya bersama Timnas Indonesia dengan menerapkan skema tiga bek sejajar. Formasi ini dinilai sesuai dengan karakter pemain yang dimiliki saat ini.
Kevin Diks, Jay Idzes, dan Rizky Ridho menjadi kombinasi paling realistis di jantung pertahanan. Jay Idzes tampil konsisten bersama Sassuolo dengan torehan 20 penampilan penuh, sementara Kevin Diks merupakan starter reguler di Borussia Mönchengladbach. Rizky Ridho melengkapi trio tersebut lewat performa stabil di kompetisi domestik sekaligus kepemimpinannya sebagai kapten Persija Jakarta.
Keseimbangan di Lini Tengah
Sektor tengah diprediksi menjadi pusat kendali permainan Timnas Indonesia. Thom Haye diplot sebagai motor utama dalam mengatur tempo sekaligus distribusi bola dari lini kedua. Perannya akan didukung oleh Joey Pelupessy yang memiliki karakter kuat dalam duel fisik dan kemampuan menjangkau area permainan yang luas.
Di sektor sayap, Yakob Sayuri dan Dean James diproyeksikan mengisi peran wing-back. Kecepatan Yakob di sisi kanan serta fleksibilitas Dean James di sisi kiri diharapkan mampu membuka ruang, sekaligus menjadi jalur suplai bola ke lini depan.
Trio Penyerang Andalan Garuda
Di lini serang, produktivitas gol akan bertumpu pada kombinasi Miliano Jonathans dan Ezra Walian yang beroperasi di belakang striker utama. Ezra Walian tampil impresif bersama Persik Kediri dengan koleksi lima gol dan tujuh assist, sementara Miliano Jonathans menawarkan mobilitas tinggi serta pengalaman bermain di Eropa.
Untuk posisi ujung tombak, Ole Romeny masih menjadi pilihan utama. Namun, kondisi kebugarannya tetap menjadi perhatian mengingat ia baru mencatatkan sembilan penampilan bersama Oxford United musim ini.
Jika seluruh pemain berada dalam kondisi ideal, skema 3-4-2-1 dipandang sebagai pilihan paling masuk akal bagi John Herdman di laga-laga awalnya. Formasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara soliditas bertahan dan daya gedor, sekaligus menjadi fondasi awal Timnas Indonesia dalam menjalani FIFA Series 2026.
Ajang ini tidak hanya menjadi turnamen uji coba, tetapi juga barometer awal sejauh mana Timnas Indonesia mampu beradaptasi dengan sentuhan tangan dingin pelatih barunya, sekaligus menatap level persaingan internasional yang lebih tinggi.
Tim Redaksi





