Gowa – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Bimbingan Manasik Haji dan Pelepasan Jamaah Haji Reguler Kabupaten Gowa yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Gowa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kabupaten Gowa. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam meningkatkan pembinaan serta pelayanan jamaah haji.
“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi penguat semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Kabupaten Gowa,” ujar Bupati Talenrang.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa secara konsisten memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan armada bus bagi calon jamaah haji menuju Asrama Haji Sudiang.
Selain itu, pada tahun 2025, Pemkab Gowa juga telah menghibahkan tanah dan bangunan guna mendukung pelayanan ibadah haji. Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan sebagai Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa dan telah diresmikan pada awal tahun 2026.
Bupati Talenrang juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan signifikan jumlah calon jamaah haji asal Kabupaten Gowa pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jamaah tercatat sekitar 517 orang, pada tahun ini meningkat menjadi 1.421 orang.
“Kita patut bersyukur karena kuota Jamaah Calon Haji Kabupaten Gowa tahun ini meningkat lebih dari 100 persen. Semoga peningkatan jumlah ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah jamaah dan menjadi motivasi bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Gowa juga berpesan kepada seluruh jamaah agar senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan pembimbing dan petugas haji selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Jadikan perjalanan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Yang terpenting, jaga kesehatan karena ibadah haji sangat membutuhkan kesiapan fisik,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong sistem kuota haji yang lebih transparan dan berkeadilan. Hal ini seiring dengan jumlah daftar tunggu jamaah haji di Indonesia yang mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu jamaah di Sulawesi Selatan.
“Dengan prinsip keadilan, kami mendorong agar perhitungan kuota dilakukan secara transparan. Alhamdulillah, waktu tunggu yang sebelumnya mencapai 48 tahun di beberapa daerah kini dapat ditekan menjadi sekitar 26 tahun secara nasional,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para jamaah untuk mengikuti bimbingan manasik dengan sungguh-sungguh, khususnya dalam mempersiapkan kondisi kesehatan, mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang optimal.
“Harapannya seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur, serta memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Tim Redaksi





