MAKASSAR — Di balik berbagai kegiatan silaturahmi dan aktivitas musik yang digagas oleh Lembaga Makassar Musician Community 90’s (LMMC 90’s), terdapat sosok perempuan sederhana yang dikenal hangat, teliti, dan bersahabat. Dialah Asri Nova Yanthi, yang akrab disapa Bunda Yanti, Wakil Bendahara LMMC 90’s yang juga dikenal sebagai vokalis berpengalaman di Kota Makassar.
Bagi kalangan musisi dan komunitas persahabatan di Makassar, nama Bunda Yanti bukanlah sosok yang asing. Perjalanan bermusiknya telah melewati berbagai panggung, dari kafe, hotel, hingga acara pernikahan. Dengan karakter vokal yang hangat dan pembawaan yang bersahaja, ia telah lama mengabdikan diri di dunia hiburan sebagai wedding singer, MC, dan performer di berbagai tempat.
Sejak tahun 2005 hingga sekarang, Bunda Yanti dikenal sebagai wedding singer di Bambuden, kemudian sejak 2010 aktif pula sebagai singer di Runtono. Ia juga pernah menjadi MC sekaligus singer di Jameson Restaurant Makassar hingga tahun 2021 sebelum tempat tersebut tutup pada masa pandemi Covid-19.
Perjalanan kariernya di panggung hiburan Makassar juga tercatat melalui berbagai tempat ternama seperti New Tosil Cafe and Resto, Kareba Cafe and Resto, Losari Beach Inn, serta Makassar Golden Hotel – Cafe Teras. Bahkan ia pernah menjalani kontrak sebagai singer di lobby Imperial Arya Duta Hotel dan Horison Hotel.
Tidak hanya di Makassar, pengalaman bermusiknya juga membawanya tampil di berbagai daerah seperti Soroako, Sorong, Jakarta, Bulukumba, Pare-pare, Sidrap, hingga sempat menjadi singer di Grand Tembaga Hotel Timika pada tahun 2018–2019.
Dengan jam terbang yang panjang, Bunda Yanti dikenal mampu membawakan berbagai genre lagu, mulai dari lagu Barat, Mandarin, Indonesia hingga lagu daerah bernuansa pop. Kemampuan inilah yang membuatnya tetap eksis dan dipercaya tampil di berbagai acara hingga sekarang.
Di LMMC 90’s, Bunda Yanti memegang peran penting sebagai Wakil Bendahara. Ia dikenal sebagai sosok yang teliti dan penuh tanggung jawab dalam mengelola keuangan lembaga. Meski aktif di dunia musik, ia tetap menjalankan amanah organisasi dengan penuh kesungguhan.
Menariknya, perjalanan musik dan pengabdian di LMMC 90’s juga dijalani bersama sang suami, Juliana Bayu, yang saat ini dipercaya sebagai Kabid Media dan Informasi LMMC 90’s. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang sama-sama memiliki kecintaan besar terhadap musik dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di luar LMMC 90’s, Bunda Yanti dan suaminya juga aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas persahabatan, di antaranya Organisasi Persaudaraan Muslim Indonesia (PARMUSI), Smile Tosil Family (STF), Pelangi Family, Sahabat Cinta Damai Indonesia (SCDI), Sahabat Pilihan Terbaik (SPT), Komunitas Persaudaraan Lintas Sosial (KPLS), Kerukunan Bugis Bersatu (KBS), Vocalist Makassar, KPJ Gowa, serta CRSE Family (Karse Family) dan sejumlah komunitas persahabatan lainnya.
Bagi Bunda Yanti, musik bukan sekadar panggung hiburan. Musik adalah ruang untuk menjalin silaturahmi, mempererat persahabatan, dan menebar energi positif bagi banyak orang.
Dengan kesederhanaan dan semangat kebersamaan yang ia miliki, Bunda Yanti menjadi salah satu warna penting dalam perjalanan LMMC 90’s. Sosoknya mencerminkan bahwa musik dapat menjadi jembatan persaudaraan yang melampaui batas ruang, usia, dan latar belakang.
Di tengah gemerlap panggung dan kesibukan komunitas, Bunda Yanti tetap dikenal sebagai pribadi yang rendah hati—seorang sahabat bagi banyak orang, yang terus menjaga harmoni antara musik, persahabatan, dan pengabdian sosial.
Penulis : Kanda Ali
Editor : Tim Redaksi





