MAKASSAR — Jendelasulsel.com – Setiap perjalanan pengabdian pada akhirnya akan sampai pada satu titik yang disebut purna bakti. Namun, bagi seorang aparatur yang telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk bekerja dan melayani, masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Ia justru menjadi ruang untuk mengenang perjalanan, menghitung jejak kebaikan, sekaligus membuka lembaran kehidupan yang baru.
Hal itu tergambar dalam momentum purna bakti Iskandar A. Thalib, S.Sos., M.M., Arsiparis Ahli Madya pada Dinas Kearsipan Kota Makassar.
Setelah menjalani perjalanan panjang sebagai aparatur dan berkecimpung dalam dunia kearsipan, Iskandar kini memasuki masa purna tugas. Sebuah fase yang tentu membawa beragam rasa—antara haru meninggalkan rutinitas kedinasan, bahagia karena telah menuntaskan amanah, sekaligus bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan pemerintahan di Kota Makassar.
Berdasarkan data biografi yang tercantum, Iskandar lahir di Makassar pada 14 Agustus 1966. Perjalanan pendidikannya ditempuh mulai dari SD Negeri Tauladan Pongtiku Makassar dan lulus pada 1980, kemudian SMP Negeri 10 Makassar hingga lulus 1983, serta SMA Negeri 15 Makassar yang diselesaikan pada 1987.
Tidak berhenti di jenjang pendidikan menengah, Iskandar kemudian melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI pada 1991, sebelum melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Ujung Pandang dan menyelesaikannya pada 2010.
Perjalanan pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal dalam menjalani karier panjang di lingkungan pemerintahan, khususnya dalam bidang administrasi dan kearsipan.
Dari Berbagai Penugasan hingga Dunia Kearsipan Dalam perjalanan kariernya, Iskandar tercatat pernah mengemban sejumlah tanggung jawab di lingkungan pemerintahan.
Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Sub Bidang Pembinaan Kearsipan pada Dinas Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan pada 28 April 2011 hingga 28 April 2013.
Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Camat Taneteriattang, Kota Kabupaten Watampone, Bone, terhitung sejak 30 Juli 2013 hingga 20 Juli 2016.
Pengalaman tersebut kemudian terus berkembang hingga Iskandar kembali menjalani tugas di lingkungan pemerintahan Kota Makassar. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan pada Dinas Perpustakaan Kota Makassar pada periode 31 Desember 2022 hingga 31 Desember 2023.
Selanjutnya, sejak 14 Agustus 2023 hingga memasuki masa purna bakti, Iskandar menjalankan tugas sebagai Arsiparis Ahli Madya pada Dinas Kearsipan Kota Makassar.
Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Iskandar tidak berlangsung dalam satu ruang kerja saja. Ada proses, perpindahan tugas, pengalaman birokrasi, sekaligus tanggung jawab yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Bagi dunia kearsipan, pekerjaan mungkin tidak selalu terlihat di ruang publik. Namun, di balik dokumen, arsip dan berbagai catatan perjalanan pemerintahan, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rekam jejak administrasi tetap terjaga dan dapat menjadi bagian penting dari sejarah pemerintahan.
Di situlah pengabdian seorang arsiparis memiliki makna tersendiri.
Iskandar menjadi salah satu sosok yang menjalani tugas tersebut. Pengabdian yang dilalui tidak hanya berbicara tentang pekerjaan dan jabatan, tetapi juga tentang ketekunan, tanggung jawab serta kesediaan menjaga sesuatu yang mungkin tidak selalu terlihat, namun memiliki nilai penting bagi organisasi dan masyarakat.
Tak Hanya di Lingkungan Kedinasan
Pengabdian Iskandar juga tercatat dalam perjalanan organisasi. Dalam data biografinya, ia pernah dipercaya sebagai Koordinator Arsiparis Sulawesi Selatan pada periode 2008 hingga 2013.
Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Departemen SDM pada Asosiasi Arsiparis Indonesia pada periode 2010 hingga 2015.
Pengalaman tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan panjangnya dalam dunia kearsipan. Bukan hanya menjalankan tugas sebagai aparatur, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam pengembangan sumber daya manusia dan organisasi profesi.
Pada akhirnya, perjalanan panjang tersebut sampai pada sebuah fase: purna bakti. Apresiasi untuk Sebuah Pengabdian Ucapan apresiasi pun datang dari Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Fahyuddin, A.P., M.H., beserta jajaran dan keluarga besar Dinas Kearsipan Kota Makassar.
Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi penuh makna: terima kasih atas segala kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
“Selamat menikmati masa pensiun dengan kebahagiaan dan kesehatan.”
Kalimat tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjalanan pengabdian yang telah dilewati.
Pensiun memang mengakhiri kewajiban sebagai seorang aparatur, tetapi tidak serta-merta menghapus nilai dari pengabdian yang pernah diberikan. Apa yang telah dikerjakan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi, sementara pengalaman dan keteladanan yang ditinggalkan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi yang melanjutkan tugas.
Kini, setelah sekian lama bergelut dengan dinamika pekerjaan dan tanggung jawab kedinasan, Iskandar memiliki kesempatan untuk menikmati waktu yang mungkin selama ini tidak selalu tersedia.
Lebih banyak waktu bersama keluarga. Lebih banyak ruang untuk menikmati kehidupan. Dan tentu saja, lebih banyak kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui dengan segala suka dan dukanya.
Purna bakti bukan tentang berhentinya seseorang memberi arti. Ia hanya menandai berakhirnya satu fase pengabdian secara kedinasan dan dimulainya fase kehidupan yang baru.
Selamat memasuki masa purna bakti, Iskandar A. Thalib, S.Sos., M.M.
Terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama perjalanan panjang di dunia pemerintahan dan kearsipan.
Sebab jabatan boleh berakhir, masa tugas boleh selesai, tetapi jejak pengabdian akan selalu tinggal dalam ingatan.
Penulis : KA





