MAKASSAR — Jendela Sulsel
Di balik suasana hangat dan penuh musik di Cafe Romansa, ada sosok kreatif bernama Dhydhink Ar Rasyid. Owner Roehmansa Cafe Pria yang dikenal ramah dan mudah bergaul ini merupakan figur multi talenta yang kiprahnya tidak hanya di dunia usaha, tetapi juga di bidang seni, film, dan komunitas musik di Kota Makassar.
Sebelum dikenal sebagai owner Cafe Romansa, Dhydhink Ar Rasyid lebih dulu menapaki berbagai pengalaman di dunia kreatif. Ia pernah tampil sebagai salah satu pemeran dalam film Salah Target yang disutradarai oleh Dheky. Selain itu, ia juga pernah mengambil peran dalam film Preman Jatuh Cinta, yang semakin memperkaya perjalanan seninya di dunia perfilman.
Tak hanya di layar film, Bung Dhydhink Ar Rasyid juga mengembangkan kreativitas melalui usaha studio fotografi, sebuah ruang yang ia gunakan untuk menyalurkan kecintaannya pada dunia visual dan seni.
Perjalanan Bung Dhydhink Ar Rasyid membangun Roehmansa sendiri dimulai sejak tahun 2012. Awalnya berdiri sebagai usaha kreatif, kemudian berkembang menjadi Cafe Romansa pada tahun 2017. Hingga kini, cafe tersebut menjadi salah satu tempat berkumpulnya para pecinta musik dan komunitas kreatif di Makassar.
Saat ini, Cafe Romansa hadir di dua lokasi berbeda.
Cafe Romansa pertama berada di kawasan Pasar Segar Panakkukang, sementara lokasi lainnya berada di Jalan Mangka Dg Bombong, Kedua tempat ini dikenal tidak hanya sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi bagi para musisi dan komunitas kreatif.
Kepribadian Dhydhink Ar Rasyid yang terbuka dan bersahabat membuatnya mudah diterima di berbagai kalangan. Kemampuannya merangkul banyak orang juga menjadi salah satu faktor yang mempererat hubungan para musisi Makassar, khususnya generasi era 90-an.
Semangat itu pula yang mendorong lahirnya Lembaga Makassar Musician Community 90s (LMMC 90s), sebuah wadah silaturahmi bagi musisi lintas komunitas. Dhydhink Ar Rasyid sendiri bergabung kurang Lebih dua Tahun sebagai salah satu anggota LMMC 90s pada 27 Juli 2019, dan aktif dalam berbagai kegiatan musik serta pertemuan kreatif yang digelar lembaga tersebut.
Kehadiran LMMC 90s menjadi ruang nostalgia sekaligus panggung kebersamaan bagi para musisi lama Makassar untuk terus berkarya, berbagi pengalaman, serta menjaga persaudaraan yang telah terjalin sejak era 1990-an.
Bagi Dhydhink Ar Rasyid, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga bahasa persaudaraan. Melalui Cafe Romansa dan aktivitasnya bersama LMMC 90s, ia terus berupaya menghadirkan ruang hangat bagi para musisi untuk berkumpul, bernostalgia, dan kembali menghidupkan semangat musik Makassar.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan pelaku seni, Bung Dhydhink Ar Rasyid tetap dikenal sebagai sosok sederhana yang gemar menyatukan orang. Dari film, fotografi, hingga musik, perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kreativitas dan persahabatan dapat berjalan beriringan.





