PALOPO — Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) menggelar Seminar Pandu Literasi Digital Pemerintahan dengan tema “Penguatan 4 Pilar Literasi Digital ASN sebagai Pondasi Pengembangan Ekosistem Pemerintahan Digital”.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Palopo, Ade Chandra, S.IP., M.Si yang mewakili Wali Kota Palopo. Seminar berlangsung di Ruang Pertemuan Ratona, Kantor Wali Kota Palopo, Senin (9/3/2026).
Seminar ini diselenggarakan oleh Diskominfo-SP Kota Palopo bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi Digital.
Kepala Diskominfo-SP Kota Palopo, Hamshir Hamid, ST dalam laporannya menjelaskan bahwa penguatan literasi digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Ia menyebutkan terdapat empat pilar utama dalam literasi digital, yakni keamanan digital, kecakapan digital, budaya digital, dan etika digital.
“Keamanan digital berarti kita harus menyadari bahwa di dunia digital terdapat berbagai potensi kejahatan yang dapat terjadi. Sementara kecakapan digital menuntut kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi secara tepat. Kemudian budaya digital mendorong ASN membiasakan penggunaan media digital dalam bekerja, dan etika digital menekankan pentingnya menjaga sikap serta perilaku dalam bermedia digital agar tidak menimbulkan pelanggaran hukum,” jelas Hamshir.
Ia menambahkan, seminar tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan ASN lingkup Pemerintah Kota Palopo. Seluruh peserta yang telah mendaftar melalui sistem yang disediakan akan mendapatkan sertifikat.
Sementara itu, dalam sambutan Wali Kota Palopo yang dibacakan oleh Ade Chandra, disampaikan bahwa transformasi digital kini menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan modern.
Menurutnya, pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, efisien, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya ASN, menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan transformasi digital.
“Ke depan kita ingin memastikan bahwa transformasi digital di Kota Palopo tidak hanya sebatas penggunaan aplikasi atau sistem informasi, tetapi juga menghadirkan perubahan budaya kerja menuju pemerintahan yang lebih inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Tim Literasi Digital Komdigi RI Bambang Tri Santoso yang mengikuti secara virtual melalui Zoom, Sekretaris Diskominfo-SP, jajaran staf Diskominfo-SP Kota Palopo, serta sejumlah undangan lainnya.
Tim Redaksi





