Makassar – Jendela Sulsel, Di tengah padatnya aktivitas pelayanan kesehatan, kebahagiaan sederhana terpancar dari lingkungan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. A. Alifah Kulsum Umniyah Tenri, tenaga kerja rumah sakit yang lahir pada tahun 2000, menorehkan capaian membanggakan dengan berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Dua (S2) di usia muda.
Keberhasilan tersebut diraih Alifah bukan tanpa perjuangan. Di sela-sela tanggung jawabnya sebagai pekerja di rumah sakit rujukan terbesar di Sulawesi Selatan itu, ia tetap konsisten menuntaskan kewajiban akademiknya hingga lulus.
Sebagai ungkapan rasa syukur, Alifah menggelar acara syukuran sederhana bersama rekan kerja dan keluarga besar di lingkungan RS Wahidin Sudirohusodo. Kegiatan berlangsung hangat, penuh kebersamaan, dan sarat makna.
Rekan-rekan kerja tampak hadir memberikan ucapan selamat serta dukungan moril. Momen tersebut tidak hanya menjadi perayaan atas kelulusan, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan antarpegawai rumah sakit.
Acara diisi dengan doa bersama dan makan bersama yang disiapkan secara sederhana. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan solidaritas dan rasa saling menghargai di antara sesama tenaga kerja kesehatan.
Alifah dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki semangat belajar tinggi. Meski harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan, ia tetap menunjukkan komitmen dan kedisiplinan hingga berhasil meraih gelar magister.
Salah satu rekan kerjanya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Alifah menjadi motivasi tersendiri bagi pegawai lain untuk terus mengembangkan diri, tanpa menjadikan kesibukan sebagai penghalang.
Syukuran ini juga menjadi bentuk apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui Alifah selama menempuh pendidikan. Rekan-rekan berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RS Wahidin Sudirohusodo.
Dengan capaian ini, Alifah diharapkan terus mengembangkan kompetensi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa kerja keras, konsistensi, dan doa dapat berjalan seiring dalam meraih cita-cita.
Sumber : sulfinnida Thahir
Editor: Tim Redaksi





