MAKASSAR – Realisasi investasi di Kota Makassar sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Investasi, nilai investasi di Makassar meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 realisasi investasi tercatat sebesar Rp3,4 triliun, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp5,2 triliun.
“Kalau kita melihat tren dari tahun 2024 ke 2025, memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Dari Rp3,4 triliun naik menjadi Rp5,2 triliun,” ujar Mario Said saat ditemui di Hotel Novotel Makassar, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan investasi di berbagai sektor strategis, di antaranya sektor perumahan, perdagangan, perhotelan, restoran, serta sektor pendukung lainnya. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendorong geliat ekonomi di Kota Makassar.
“Ini memang sektor-sektor pendukung utama, sehingga realisasi investasi bisa meningkat secara keseluruhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mario menyebutkan bahwa realisasi investasi Kota Makassar tahun 2025 masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Adapun sektor yang paling banyak menyerap investasi yakni perumahan, perdagangan, serta telekomunikasi.
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, Pemerintah Kota Makassar tidak ingin berpuas diri. DPMPTSP menargetkan realisasi investasi pada tahun 2026 dapat melampaui capaian tahun 2025.
“Untuk tahun 2026 tentu kita akan melakukan penyesuaian target terlebih dahulu. Namun yang pasti, target kita berada di atas Rp5 triliun,” beber Mario.
Ia juga mengakui bahwa dalam upaya menarik investor, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, salah satunya terkait penguatan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD).
“Setiap SKPD harus memiliki program prioritas yang jelas. Tugas kami di DPMPTSP adalah mempromosikan program-program tersebut kepada investor,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Mario menyinggung program prioritas Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang sejalan dengan visi dan program Wali Kota Makassar, seperti pembangunan stadion, yang dinilai memiliki daya tarik besar bagi investor.
“Jika programnya jelas dan sejalan dengan visi pembangunan kota, maka peluang investasi juga akan semakin besar,” tutup mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar tersebut.
Tim Redaksi





